KOBUMI - Kebakaran dahsyat kompleks apartemen di Hong Kong masih menyisakan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang belum ditemukan. Se...
![]() |
KOBUMI - Kebakaran dahsyat kompleks apartemen di Hong Kong masih menyisakan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang belum ditemukan. Sementara mereka yang berhasil selamat tetap harus bekerja mengalami trauma.
Beberapa Pekerja Indonesia yang bekerja di sektor domestik mengungsi ke tempat penampungan sementara bersama majikan mereka, sebagian lainnya menumpang di rumah keluarga majikannya.
Di tengah trauma dan luka, para PMI masih harus dituntut untuk tetap bekerja kepada majikan mereka, terutama bagi Pekerja yang merawat lansia.
Ada PMI yang setelah kebakaran, mereka juga harus tetap kerja standby 24 jam dengan majikannya, tapi ini mereka menjaga orang tua yang sudah tidak bisa berjalan, yang tidak bisa melakukan aktivitas lainnya. Mereka sangat capek luar dan dalam secara fisik dan juga secara mental.
Pejabat Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma, mengatakan para PMI yang masih berkondisi baik “dapat bekerja dengan masing-masing majikannya”.
“Sementara bagi mereka yang masih memerlukan penanganan, baik fisik maupun psikologis, tentunya tetap mendapatkan perawatan, baik pada fasilitas kesehatan sesuai peruntukan, ataupun berobat jalan, bergantung kondisi dari masing-masing yang terdampak,” kata Clemens kepada media.
Clemens juga mengatakan bahwa KJRI juga telah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, mulai dari logistik seperti makanan, minuman, atau alat kebersihan pribadi, melalui pemerintah Hong Kong atau secara langsung.
“KJRI Hong Kong juga memfasilitasi pengurusan dokumen yang mungkin hilang sebagai dampak kebakaran, seperti contohnya penerbitan ulang paspor,” kata Clemens.
Menurut laporan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Hong Kong per Senin (1/12), 30 di antara korban yang masih hilang adalah Pekerja Indonesia. Sementara korban tewas dari Pekerja Indonesia sejauh ini berjumlah 9 orang.
KJRI juga melakukan verifikasi lapangan dan menyiapkan pendampingan konsuler bagi korban selamat maupun keluarga korban meninggal dunia. PMI yang selamat berjumlah 100 orang, 1 dirawat karena luka.
Laporan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Hong Kong per Senin (1/12), 30 di antara korban yang masih hilang adalah WNI. Sementara korban tewas dari WNI sejauh ini berjumlah 9 orang. Pekerja Indonesia yang selamat 100 orang, 1 masih dirawat karena luka.
Sementara PMI yang kehilangan majikan dalam peristiwa itu, lanjut dia, diberi kebebasan memilih: bekerja untuk majikan baru atau beristirahat.
“Bagi yang hendak tetap bekerja di Hong Kong, maka agen ketenagakerjaan setempat akan menjajaki kesempatan kerja pada majikan yang baru, yang tentu prosesnya tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” kata dia.
Diberitakan Reuters, insiden kebakaran Rabu pekan lalu yang menghanguskan 7 dari 8 tower apartemen itu menewaskan total 151 orang, 40 lainnya masih hilang.
Penulis: Umi Sudarto
Editor: Ramses

COMMENTS