Korban Kebakaran Dapat Bantuan Pemerintah Hong Kong
KOBUMI - Pemerintah Hong Kong mengonfirmasi bahwa keluarga dari sepuluh Pekerja Rumah Tangga Asing (PRTA) yang meninggal dalam kebakaran besar di Tai Po akan menerima santunan sekitar HK$800.000 untuk setiap korban. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Chris Sun Yuk-han, pada hari Selasa.
DUKUNGAN dan solidaritas terus mengalir deras di Hong Kong menyusul tragedi kebakaran mematikan di Wang Fuk Court, Tai Po, yang merenggut 151 nyawa dan melukai puluhan orang.
Pemerintah setempat dan berbagai sektor swasta bergerak cepat menyalurkan bantuan, dengan total dana yang terkumpul kini mencapai angka fantastis, yakni HK$1,6 miliar, sebuah cerminan nyata dari kepedulian publik yang mendalam terhadap para korban.
Berdasarkan laporan yang dilansir oleh South China Morning Post, Pemerintah Hong Kong telah mengambil langkah signifikan untuk memastikan semua kelompok terdampak, termasuk komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), menerima bantuan yang layak.
Pemerintah Hong Kong memberikan tunjangan sebesar $200.000 dan hibah pemakaman sebesar $50.010 kepada ahli waris korban meninggal akibat kebakaran di Wang Fuk Court di Tai Po. Batch pertama diberikan kepada 18 ahli waris. Pada saat yang sama, Pemerintah secara bertahap memberikan tunjangan hidup sebesar $ 50.000 untuk masing-masing dari 20 korban dalam batch pertama.
Seorang juru bicara Pemerintah mengatakan bahwa selain tunjangan solidaritas, hibah pemakaman, tunjangan hidup, dan subsidi tunai darurat sebesar $ 10.000 disalurkan sebelumnya, Pemerintah akan memberikan subsidi khusus berikutnya.
Pemberian hibah juga diberikan kepada semua yang terluka akibat kebakaran, karena mereka mungkin kehilangan pendapatan selama rawat inap dan memiliki kebutuhan hidup segera setelah keluar. Ditentukan dari tanggal penerimaan, $ 100.000 akan diberikan kepada mereka yang tinggal di rumah sakit selama tujuh hari atau lebih, dan $ 50,000 harus diberikan kepada mereka yg tinggal di rumah Sakit selama enam hari atau kurang. Ini akan dibayarkan melalui mekanisme “satu pekerja sosial per rumah tangga” Departemen Kesejahteraan Sosial.
Hibah juga diberikan kepada mahasiswa/siswa sebagai subsidi khusus sebesar $ 20.000 yang tinggal di Wang Fuk Court di Tai Po agar mereka bisa membeli kembali buku teks, alat tulis, komputer, dan peralatan belajar lainnya, atau untuk biaya transportasi antara akomodasi sementara dan sekolah.
Subsidi ini mencakup mereka yang belajar di tempat pelatihan, termasuk sekolah menengah, sekolah dasar, sekolah khusus dan taman kanak-kanak, serta mereka yang belajar penuh waktu dalam kursus terakreditasi lokal di lembaga pasca-secondary. Subsidi akan didistribusikan kepada siswa melalui sekolah hari.
Subsidi khusus sebesar $20.000 akan ditawarkan kepada pekerja konstruksi, petugas kebersihan, dan penjaga keamanan yang bekerja di Wang Fuk Court di Tai Po untuk menutupi hilangnya pendapatan mereka karena penghentian pekerjaan atau kebutuhan mereka untuk membeli kembali peralatan bisnis. Ini akan diikuti oleh Departemen Tenaga Kerja.
Subsidi untuk Pekerja Domestik Asing yang bekerja di Wang Fuk Court di Tai Po juga diberikan subsidi khusus sebesar $20.000. Mereka mungkin tidak memiliki dukungan dari keluarga atau kerabat di Hong Kong, dan barang-barang pribadi mereka mungkin sudah benar-benar hancur oleh api, atau majikan mereka mungkin telah meninggal secara tragis. Ini menjadi perhatian utama juga dari Departemen Tenaga Kerja.
Tak hanya itu, semua yang terluka juga dibebaskan dari biaya pengobatan selama masa perawatan dan rehabilitasi, sebuah keringanan yang berlaku luas, termasuk bagi anggota keluarga PMI yang mungkin menjadi korban. Bahkan, semua penghuni Wang Fuk Court, termasuk para asisten rumah tangga, akan menikmati keringanan biaya pengobatan penuh hingga tahun 2026 mendatang.
Solidaritas ini tidak berhenti di bantuan pemerintah. Sektor swasta dan komunitas internasional menunjukkan kepedulian luar biasa. Konglomerat seperti Sino Group, Yayasan Amal Ng Teng Fong, dan DFI Retail Group, hingga perusahaan raksasa seperti Hong Kong Disneyland, berbondong-bondong menjanjikan dana dan fasilitas.
Sino Group, misalnya, tidak hanya menyumbang puluhan juta dolar Hong Kong, tetapi juga menyediakan 160 kamar hotel gratis lengkap dengan layanan makanan dan binatu bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Selain itu, sumbangan besar juga datang dari daratan Tiongkok, baik dari publik maupun bisnis, yang totalnya mencapai lebih dari HK$193 juta, semakin memperkuat jaringan dukungan bagi para korban, termasuk saudara-saudara kita dari Indonesia yang terdampak musibah ini.
Untuk Penggalangan Dana Solidaritas bagi korban yang resmi dilakukan Pemerintah, sumbangan yang diterima telah mencapai $ 1,3 miliar. Selain sumbangan awal sebesar $ 300 juta dari Pemerintah, total dana telah mencapai sekitar $ 1,6 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu penduduk dalam membangun kembali rumah mereka dan memberikan dukungan jangka panjang dan berkelanjutan.
Ditulis: Umi Sudarto
Editor: Ramses

COMMENTS