Kajian pemikiran alternatif
KOBUMI - Cetusan-cetusan dari pergulatan pikiran itu tampak dan sangat mewarnai catatan-catatan harian Ahmad Wahib. Karena itu tidak mengherankan apabila banyak hal-hal yang ditulisnya cukup membuat dahi kebanyakan orang mengkerut, lebih-lebih bagi mereka yang menganggap apa yang dipersoalkannya adalah soal-soal yang tabu dan final.
“PERGOLAKAN PEMIKIRAN ISLAM: CATATAN HARIAN AHMAD WAHIB”
Penulis : Djohan Effendi Ismed Natsir (Ed.)
Cetakan : ke-6, Tahun 2003
Halaman : 404 Halaman (Soft Cover)
Dimensi(LxP) : 17,5X11 cm, 345 gr
Catatan harian Ahmad Wahib ini cukup mengesankan. Bahkan mungkin akan merangsang dan menggoda pikiran kita. Paling tidak, bisa memahami pergulatan pikiran seorang anak muda yang sedang mencari. Orang boleh setuju atau menolak pikiran-pikiran almarhum Ahmad Wahib. Sayang dia meninggal dalam usia yang masih muda tapi hidupnya tidak sia-sia. Bagi kita, catatan harian ini merupakan warisan yang sangat berharga buat siapa saja.
“Aku bukan nasionalis, bukan katolik. Aku bukan budha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudahmudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia”. (hal. 46)
“Aku bukan nasionalis, bukan katolik. Aku bukan budha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudahmudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia”. (hal. 46)
Penulis : Djohan Effendi Ismed Natsir (Ed.)
Cetakan : ke-6, Tahun 2003
Halaman : 404 Halaman (Soft Cover)
Dimensi(LxP) : 17,5X11 cm, 345 gr
Buku ini bisa di download DISINI

COMMENTS