Trafficking organ tubuh Buruh Migran Indonesia (BMI) di luar negeri
![]() |
| Harga Organ Tubuh Manusia di Pasar Gelap, Foto: Istimewa |
Ia menduga, pelakunya adalah para mafia. Kasus yang menimpa Dolfina Abuk, BMI perempuan asal Kecamata Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang jasadnya penuh jahitan, menurut dia, terjadi merata hampir di semua kabupaten di NTT.
“Para BMI ini adalah pahlawan devisa. Di saat mereka meninggal di negeri orang, harusnya mereka betul-betul diperlakukan selayaknya seorang pahlawan. Ini ada indikasi jual beli organ tubuh. Ini baunya kita bisa cium tapi kita tidak bisa pegang. Kita harap semua pihak serius dan benar benar bersama sama untuk mengatasi masalah kemanusiaan ini,” ucapnya.
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), lanjut Jefry, pada akhir tahun 2015 lalu, seorang BMI bernama Ayub Besi, warga Desa Pika, Kecamatan Mollo Tengah juga mengalami hal yang sama yakni jenajahnya juga penuh dengan bekas jahitan. Waktu penjemputan jenasah di bandara hingga rumah duka, ia pun hadir di sana.
“Ayub Besi itu saat dia meninggal, pihak agennya menyebutkan kalau dia sakit jantung, padahal riwayat sakitnya tidak pernah sakit jantung. Dia pergi kerja dua tahun di Malaysia dan waktu keluarga cek kondisi jasadnya ternyata penuh jahitan,” ucapnya sebagaimana dilansir Kompas.
“Ini banyak sekali TKI (BMI-red) yang mengalami kasus serupa yakni jasad mereka penuh jahitan. Beberapa waktu lalu saya turun ke Desa Bonleu, Kecamatan Tobu, TTS , saya mendapat informasi dari warga setempat bahwa dalam rentang waktu antara tahun 2009 sampai 2015, terdapat sekitar Sembilan BMI yang bekerja di Malaysia meninggal dan setelah dipulangkan semua tubuh mereka terdapat bekas jahitan atau otopsi,” tambah dia.
Menurut Jefry, pemerintah daerah harus proaktif dan serius dan jangan menganggap sepele masalah kemanusiaan ini. Pemerntah, kata dia, harus berjiwa besar mengevaluasi sejumlah program yang tidak menjawab persoalan di masyarakat.
Jefry menilai, Pemerintah Daerah NTT tidak serius melihat kondisi BMI mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan. Pemerintah juga, kata dia, harus menciptakan lapangan kerja di daerah kita ini sehingga bisa meminimalisir keberangkatan BMI asal NTT yang terpaksa bekerja ke luar negeri.
Isu Trafficking organ tubuh sudah lama terjadi terhadap BMI yang bekerja di luar negeri khususnya di Malaysia. Tapi hingga saat ini Pemerintah Provinsi NTT bahkan terkesan membiarkan saja kematian BMI tanpa menginvestigasi penyebab kematian atau riwayat penyakit dari BMI yang tewas di luar negeri.
Informasi terbaru, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes juga membuat laporan ke polisi terkait meninggalnya Dolfina Abuk, BMI Perempuan lainnya asal TTU yang jasadnya dipulangkan dalam kondisi penuh dengan jahitan yang mencurigakan.
