Puisi-Puisi Revolusi
Saat aku kehilangan kau,
kita berdua menyudahi makna kehilangan:
aku lakukan itu karena dahulu kau lah yang paling kucintai,
begitu pun kau, karena aku lah yang paling kau cintai.
Tapi, di antara kita berdua, kau lah yang paling kehilangan,
karena aku sanggup mencintai insan lain layaknya aku mencintai kau,
namun tak ada yang akan mencintai kau sebagaimana yang kulakukan
...
Aku Tak Suka Perhiasan
...
Karena sajak lah yang sanggup menaklukkan
...
Yang Kusepakati
Meneriakan Kebebasan di jalanan!
tak tabu dengan perjuangan bersenjata
aku terlibat dalam pemberontakan April
namun terkesima saat aku melewati rumah kau
kau hanya melirik sekilas
membuatku gemetar.
Kau Dibangunkan oleh Suara Rentetan Tembakan
Kau dibangunkan oleh suara rentetan tembakan
Pagi hari yang bising suara kapal
sepertinya, di luar sana, ada revolusi
ternyata, ulang tahun seorang tiran.
Kau yang Bangga
Kau bangga pada sajak-sajakku
Bukan karena aku yang menuliskannya
Tapi karena ada yang mengilhami kau
Walaupun mereka menindas kau
Kau lah ilham bagi sajak terbaik
Kau mampu mengilhami sajak terbaik
Kau Telah Bekerja Keras
Buruh
Kau telah bekerja keras selama duapuluh tahun
Demi duapuluh juta pesos
Sekarang akan kami berikan duapuluh juta pesos
Tapi jangan bekerja
Karena kau telah bekerja keras.
(Ernesto Cardinal. Ia seorang penyair dan juga pastor Nikaragua yang, untuk memenangkan tuntutannya akan keadilan sosial, kemudian bergabung dengan gerakan kiri Sandinista)
kita berdua menyudahi makna kehilangan:
aku lakukan itu karena dahulu kau lah yang paling kucintai,
begitu pun kau, karena aku lah yang paling kau cintai.
Tapi, di antara kita berdua, kau lah yang paling kehilangan,
karena aku sanggup mencintai insan lain layaknya aku mencintai kau,
namun tak ada yang akan mencintai kau sebagaimana yang kulakukan
...
Aku Tak Suka Perhiasan
...
Karena sajak lah yang sanggup menaklukkan
...
Yang Kusepakati
Meneriakan Kebebasan di jalanan!
tak tabu dengan perjuangan bersenjata
aku terlibat dalam pemberontakan April
namun terkesima saat aku melewati rumah kau
kau hanya melirik sekilas
membuatku gemetar.
Kau Dibangunkan oleh Suara Rentetan Tembakan
Kau dibangunkan oleh suara rentetan tembakan
Pagi hari yang bising suara kapal
sepertinya, di luar sana, ada revolusi
ternyata, ulang tahun seorang tiran.
Kau yang Bangga
Kau bangga pada sajak-sajakku
Bukan karena aku yang menuliskannya
Tapi karena ada yang mengilhami kau
Walaupun mereka menindas kau
Kau lah ilham bagi sajak terbaik
Kau mampu mengilhami sajak terbaik
Kau Telah Bekerja Keras
Buruh
Kau telah bekerja keras selama duapuluh tahun
Demi duapuluh juta pesos
Sekarang akan kami berikan duapuluh juta pesos
Tapi jangan bekerja
Karena kau telah bekerja keras.
(Ernesto Cardinal. Ia seorang penyair dan juga pastor Nikaragua yang, untuk memenangkan tuntutannya akan keadilan sosial, kemudian bergabung dengan gerakan kiri Sandinista)

COMMENTS