Aksi AMP Tolak Roadmap 2017 di KJRI Hong Kong
![]() |
| Aksi AMP di KJRI Hong Kong |
"Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan hari Kartini yang dilakukan BMI Hong Kong. Karena tanggal 21 April jatuh hari Selasa dan kami tidak libur maka aksi ini kami lakukan lebih awal", jelas Korlap Aksi Umi Sudarto.
Aksi ini dimulai dengan doa bersama untuk Siti Zaenab dan Karni, BMI yang di pancung di Arab Saudi dan juga semua buruh migran yang sakit, terluka dan menghadapi masalah.
Sebelum aksi itu, AMP yang juga berulang tahun hari Minggu ini (19/04) merayakannya dengan berbagai perlombaan di Victoria Park, Hong Kong. Selain berlomba, AMP terus mengajak BMI yang belum berorganisasi untuk bergabung dalam AMP.
![]() |
| Aksi AMP Tolak Roadmap 2017 |
Aksi dilakukan dimulai dengan berjalan kaki dari taman Victoria di Causwaybay menuju KJRI Hong Kong. Saat berbaris, para orator yang berada di depan barisan terus meneriakkan penolakan mereka terhadap rezim Jokowi terkait perlindungan terhadap BMI dan anggota keluarganya.
Di KJRI aksi dibuka dengan yel-yel seruan buruh migran juga sambil menyanyikan lagu-lagu buruh migran tentang perjuangan buruh dan pembebasan dari penindasan.
Seperti biasanya aksi, hari itu Ryan sebagai koordinator utama AMP membuka orasi politiknya tentang penolakan aliansi ini terhadap roadmap (Peta Rencana) Penempatan Buruh ke luar negeri tahun 2017. Ryan menyampaikan tuntutan AMP agar pemerintah RI agar memberikan perlindungan sejati bagi BMI, Cabut larangan BMI pindah agen, Cabut dan hapus KTKLN bukan menjadi satu dalam E-Passport, Bebaskan BMI dari jerat hukuman mati di negara penempatan.
Evan dari Serikat Pekerja Anti Penindasan (SERPAN) menguatkan tuntutan AMP dengan meminta Pemerintah harus bersentuhan langsung dengan BMI dan anggota keluarganya. Pemerintahan Rejim Jokowi harus menjadi satu-satunya pihak yang menempatkan dan melindungi BMI di luar negeri.
Ani dari Wanodya Indonesia Club (WIC) di depan KJRI memberikan penjelaskan kepada massa buruh tengtang makna hari Kartini. Dia mengatakan perayaan hari Kartini tidak pantas dilakukan dengan cara glamour atau mewah. Peringatan hari Kartini bukan pesta-pesta dengan perlombaan berbagai keterampilan. Perayaan hari Kartini hari ini membuat perempuan semakin jauh dari kesadarannya untuk menuntut haknya. Peringatan hari Kartini adalah perjuangan kesetaraan untuk merebut hak BMI perempuan yang telah dirampas oleh majikan, agen, dan PPTKIS dan sistem kapitalis.
Di penghujung aksi sekitar pukul 4 sore, Umi Sudarto dari Kobumi yang merupakan Koordiantor Aksi (Korlap) menegaskan pernyataan AMP bahwa KJRI tidak punya niat untuk melindungi BMI di Hong Kong. Umi mengatakan sikap KJRI yang tidak merespon aksi mereka adalah watak sesungguhnya dari KJRI Hong Kong yang tidak berpihak pada BMI.
Umi menjelaskan ke massa bahwa perlindungan yang dibutuhkan BMI bukan alih prefesi tapi perlindungan langsung dari pemerintah. Tidak membebani biaya agensi yang tinggi dan melemparkan tanggung jawab kepada swasta seperti agen, PJTKI dan Asuransi. BMI membutuhkan Undang-Undang Perlindungan untuk membebaskan BMI dari perbudakan dan punya aturan kerja yang layak.
Umi menambahkan bahwa AMP datang ke KJRI untuk menyerahkan petisi penolakan terhadap Roadmap 2017 tentang pengiriman buruh ke luar negeri. KJRI sebagai perwakilan negara RI di Indonesia seharusnya menerima tuntutan AMP. Tragisnya ternyata di dalam gedung, KJRI juga sedang melakukan kegiatan berkaitan dengan peringatan hari Kartini. Umi menegaskan bahwa Petisi itu akan terus digalang hingga ditandatangani oleh 10 ribu orang.
Dalam aksinya, para buruh migran yang tergabung dalam AMP terus menabuh ember sebagai simbol pernyataan perang AMP dan semua BMI terhadap pemerintah yang tidak berpihak pada BMI. Ember-ember yang mereka bawah terus ditabuh sekuat-kuatnya diiringi rebana dan angklung.
Editor: Kawan Ram


COMMENTS