BMI penyumbang devisa kedua terbesar untuk Indonesia
KOBUMI - Data dari Bank Indonesia tercatat remittance dari Buruh Migran Indonesia (BMI) pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp105,98 triliun. Remittance tersebut berasal dari BMI yang bekerja di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika, dan Eropa.
Menurut beberapa sumber remittance tertinggi berasal dari BMI yang bekerja di negara-negara kawasan Asia Pasifik, kemudian Timur Tengah dan Afrika, Amerika, lalu Eropa dan Australia. Jumlah remitansi dari Asia Pasifik sebanyak Rp58,45 triliun, Timur Tengah dan Afrika sebesar Rp37,03 triliun, Amerika Serikat sebesar Rp8,77 triliun, dan Eropa sebesar Rp1,72 triliun.
Remittance adalah transfer atau pengiriman uang dalam bentuk valuta asing baik penerimaan (incoming) maupun pengiriman (out going) dan Demand Draft dari dan ke luar negeri maupun dalam negeri.
Berdasarkan negara penempatan, remittance tertinggi dari BMI yang bekerja di Malaysia sebesar Rp32,27 triliun, Arab Saudi Rp28,78 triliun, Amerika Serikat Rp8,77 triliun, Taiwan Rp8,49 triliun, dan Hong Kong sebesar Rp7,27 triliun.
Sumbangan BMI ini sungguh menakjubkan tapi kenapa Presiden Jokowi kok bilang malu dengan BMI dan mau melarang BMI bekerja di luar negeri?
Menurut beberapa sumber remittance tertinggi berasal dari BMI yang bekerja di negara-negara kawasan Asia Pasifik, kemudian Timur Tengah dan Afrika, Amerika, lalu Eropa dan Australia. Jumlah remitansi dari Asia Pasifik sebanyak Rp58,45 triliun, Timur Tengah dan Afrika sebesar Rp37,03 triliun, Amerika Serikat sebesar Rp8,77 triliun, dan Eropa sebesar Rp1,72 triliun.
Remittance adalah transfer atau pengiriman uang dalam bentuk valuta asing baik penerimaan (incoming) maupun pengiriman (out going) dan Demand Draft dari dan ke luar negeri maupun dalam negeri.
Berdasarkan negara penempatan, remittance tertinggi dari BMI yang bekerja di Malaysia sebesar Rp32,27 triliun, Arab Saudi Rp28,78 triliun, Amerika Serikat Rp8,77 triliun, Taiwan Rp8,49 triliun, dan Hong Kong sebesar Rp7,27 triliun.
Sumbangan BMI ini sungguh menakjubkan tapi kenapa Presiden Jokowi kok bilang malu dengan BMI dan mau melarang BMI bekerja di luar negeri?
